Ulasan Buku Karya Victor E. Fankl yang Terkenal

Ulasan Buku Karya Victor E. Fankl yang Terkenal

Victor Emil Fankl merupakan seorang dokter asal Austria yang dikenal sebagai analisis eksistensiil. Memiliki nama besar di dunia kedokteran, Victor merupakan salah satu korban Holocaust yang berhasil diselamatkan. Dari pengalamannya sebagai seorang tahanan, metode psikoterapi yang dijalankan dan alasannya untuk bertahan hidup, ia menuliskan pengalamannya tersebut dalam sebuah buku. Tidak hanya satu buku, sang dokter berhasil menuliskan beberapa buku yang keberadaannya diakui oleh masyarakat dunia. Buku karya Victor E. Fankl telah terjual jutaan kopi yang tersebar di seluruh dunia.

Buku Karya Victor E. Fankl yang Melegenda

Ulasan Buku Karya Victor E. Fankl yang Terkenal

Selama hidup di kamp konsentrasi, Victor belajar bahwa hanya ada 2 jenis manusia yang ada di dunia yakni manusia terhormat dan manusia yang tidak terhormat. Melalui karyanya, hidup banyak orang mengalami perubahan. Karena perubahan yang ditimbulkan, banyak yang menilai bahwa buku karya sang dokter merupakan buku terbaik sepanjang masa. Untuk mengetahui lebih lanjut akan buku karya Victor E. Fankl, simak ulasannya di bawah ini:

  1. Man’s Search for Meaning

Menjadi salah satu buku buatan Victor yang terkenal dan melegenda. Dari buku ini, pembaca dapat mengetahui pengalaman sang penulis ketika menjadi tawanan Nazi. Menjadi seorang tawanan Nazi tidaklah mudah. Ia harus menahan siksaan, penderitaan dan ketidakadilan selama menjadi tawanan. Victor bahkan melihat dengan jelas bagaimana seorang tawanan meninggal akibat siksaan yang ia terima. Ada pula tawanan yang meninggal akibat bunuh diri karena merasa tidak sanggup lagi menerima penderitaan selama menjadi tahanan. Hal terpenting yang ia dapatkan ketika menjadi tawanan adalah paham akan kehidupan dan kematian.

Victor ditaham di 4 kamp Nazi yang berbeda. Selain dirinya yang dapat bertahan hidup, baik orang tua, istrinya yang sedang hamil dan saudara laki-lakinya tidak mampu bertahan hidup. Dalam kekejian dan keganasan Nazi, ia akhirnya paham akan makna dari kehidupan. Ia menilai bahwa manusia tidak dapat mencegah penderitaan namun dapat mengetahui bagaimana cara untuk mengatasinya. Teori yang ia terapkan dikenal dengan logoterapi. Teori tersebut menjelaskan kepada pembaca bahwa kesenangan bukanlah tujuan hidup manusia melainkan penemuan pribadi yang lebih bermakna. Man’s Search for Meaning memberi informasi kepada pembaca bahwa ada banyak cara untuk mendapatkan kebahagiaan.

  1. On the Theory and Therapy of Mental Disolders
  2. Psychotherapy and Existentialism
  3. The Will to Meaning
  4. Man’s Search for Ultimate Meaning

Buku ini menerangkan akan keinginan manusia yang tidak mereka sadari. Di dalam buku, penulis menggambarkan bahwa hidup memiliki makna yang mendalam. Victor menjabarkan akan kematian, kehidupan dan penderitaan yang dialami oleh manusia.

The Will to Meaning menjadi karya sastra dimana sang penulis mencoba menjelaskan kepada pembaca akan terapi kesehatan jiwa yang dikenal dengan logoterapi. Terapi yang dimaksud tidak bertujuan untuk menyembuhkan melainkan untuk mengubah perilaku manusia terhadap takdir yang keberadaannya tidak mampu untuk manusia ubah. Metode terapi yang ada di buku karya Victor E. Fankl ini pernah ia terapkan pada seorang dokter tua yang mengalami depresi akibat kematian istrinya. Dalam melakukan terapinya, Victor menjelaskan kepada sang pasien bahwa kematian istrinya merupakan bentuk kebebasan terhadap penderitaan. Dari buku ini pula, pembaca diajak untuk paham akan makna tadir. Takdir merupakan hal yang tidak mungkin untuk kita ubah. Jika kita dapat mengubahnya, hal tersebut tidak dapat disebut sebagai takdir.

Victor Emil Fankl merupakan seorang dokter asal Austria yang dikenal sebagai analisis eksistensiil. Memiliki nama besar di dunia kedokteran, Victor merupakan salah satu korban Holocaust yang berhasil diselamatkan. Dari pengalamannya sebagai seorang tahanan, metode psikoterapi yang dijalankan dan alasannya untuk bertahan hidup, ia menuliskan pengalamannya tersebut dalam sebuah buku. Tidak hanya satu buku, sang dokter…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *